Deskripsi
Transformasi Pendidikan
Kristen di Era digital dan
Society 5.0
Perspektif Teologi, Spiritualitas, dan Kecerdasan
Artifisial dalam Pembelajaran dan Pelayanan
Penulis:
Afriani Manalu, M.Pd | Tirsanika Surbakti, M.Th | David
Mariepan, M.Th | Elda Buana Gurning, M.Th | Herlina Sony
Sinaga, MPd.K | Petrus P. Halawa, M. Th | Ester O. Panjaitan,
M. Th | Kogilambal, M. Th | Christine Anastasia Tarigan, M.Th |
Dr. Hanna Pangaribuan, M.Th | Lisbet Parulian Simangunsong
M.Th | Fitri Notalya Gulo, M.Pd
ISBN: –
Penyunting:
Afriani Manalu,M.Pd
Perancang Sampul:
Nella M. Panjaitan, M.Pd
Restu Jahira Dhawi Mughni
Editor:
Kristiani Yanti Kana, S.Th., S.S.,S.Pd.,M.Pd.
Tata Letak:
Husnul Hafidhoh
by Penerbit Greenbook Publising Indonesia
Halaman : 259
Ukuran : Unesco
Sinopsis :
Buku *Transformasi Pendidikan Kristen di Era Digital dan Society 5.0: Perspektif Teologi, Spiritualitas, dan Kecerdasan Artifisial dalam Pembelajaran dan Pelayanan* membahas perubahan mendasar dalam pendidikan Kristen di tengah perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial, dan pergeseran masyarakat menuju Society 5.0. Transformasi ini tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga menyangkut cara pendidik, gereja, keluarga, dan lembaga pelayanan memahami manusia, iman, pengetahuan, serta tanggung jawab moral di ruang digital.
Dengan memadukan perspektif teologi, spiritualitas, pedagogi, dan teknologi, buku ini menguraikan bagaimana kecerdasan artifisial dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang adaptif, kreatif, personal, dan relevan tanpa menghilangkan nilai-nilai Kristiani. Teknologi ditempatkan sebagai sarana pendukung yang harus digunakan secara kritis, etis, dan bertanggung jawab, bukan sebagai pengganti peran pendidik, komunitas iman, maupun karya pembentukan spiritual.
Buku ini juga menyoroti berbagai tantangan era digital, seperti krisis identitas, berkurangnya interaksi manusiawi, ketergantungan teknologi, validitas informasi, privasi data, kesenjangan digital, serta potensi penyalahgunaan kecerdasan artifisial. Dalam menghadapi tantangan tersebut, pendidikan Kristen dipanggil untuk tetap berpusat pada Kristus, berlandaskan Alkitab, menghargai martabat manusia sebagai gambar Allah, dan mendorong terbentuknya pribadi yang beriman, berkarakter, kritis, kreatif, serta memiliki kepedulian sosial.
Lebih dari sekadar kajian konseptual, buku ini menawarkan arah transformasi pembelajaran dan pelayanan Kristen yang kontekstual bagi sekolah, perguruan tinggi, gereja, keluarga, dan komunitas. Pembaca diajak melihat era digital sebagai ruang pelayanan baru yang membutuhkan kebijaksanaan teologis, kedalaman spiritual, literasi digital, serta keberanian untuk berinovasi.

Ulasan
Belum ada ulasan.