Deskripsi
Filsafat Postmodernisme: Kritik, Prinsip, dan Relevansinya bagi
Pendidikan Masa Depan
Penulis:
Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA
Dr, Arum Rahmawati, S.Psi, M.Si
Desain Cover:
Kanzh Kholida
Nur Muhamad Safi’i
Tata Letak:
Ida Farida
Editor:
Kiageng Guru
Ida Farida
Penerbit:
Greenbook Publishing Indonesia
Jumlah Halaman:
80 Halaman
*Sinopsis*
Buku ini menyajikan pembahasan komprehensif mengenai lahirnya filsafat postmodernisme sebagai bentuk kritik terhadap modernisme yang dianggap terlalu menekankan rasionalitas, objektivitas, dan klaim kebenaran tunggal. Penulis menelusuri akar intelektual gerakan postmodern sejak Nietzsche hingga pemikir besar seperti Lyotard, Derrida, Foucault, dan Baudrillard—para tokoh yang menentang keyakinan modern bahwa ilmu pengetahuan dapat menjelaskan seluruh realitas secara universal.
Dengan gaya argumentatif sekaligus reflektif, buku ini menguraikan prinsip-prinsip utama postmodernisme seperti dekonstruksi, anti-meta-narasi, relativitas kebenaran, pluralitas makna, dan identitas. Postmodernisme tidak dimaknai sebagai penolakan terhadap rasio, melainkan sebagai kesadaran kritis atas keterbatasan rasio—bahwa kebenaran dan pengetahuan selalu lahir dari konteks sosial, budaya, dan kekuasaan.
Penulis juga mengulas dampak pemikiran postmodern terhadap berbagai bidang, terutama pendidikan. Dalam konteks ini, paradigma postmodern mendorong pergeseran dari pola pengajaran yang seragam menuju pendekatan yang lebih kontekstual, plural, dan humanistik. Pendidikan ideal tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, melainkan menjadi ruang dialog yang menumbuhkan refleksi, toleransi, serta kesadaran kritis terhadap keberagaman perspektif.
Selain menampilkan kajian filosofis yang mendalam, buku ini juga menyoroti kritik terhadap postmodernisme—seperti tuduhan relativisme, nihilisme, dan ketidakadaan arti—serta menunjukkan bagaimana pandangan ini tetap relevan dalam memahami dunia kontemporer yang penuh kompleksitas dan informasi.
Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa postmodernisme bukanlah bentuk kehilangan makna, melainkan sebuah ajakan untuk menemukan kembali nilai keberagaman. Buku ini mendorong pembaca agar berpikir reflektif, menghargai perbedaan, dan menempatkan pendidikan serta kebudayaan dalam semangat yang lebih inklusif dan berkeadaban.

Ulasan
Belum ada ulasan.