Deskripsi
ALGORITMA, POSTMODERNISME, KEBENARAN, MEDIA DIGITAL, DAN ILMU KOMUNIKASI
Penulis:
Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA
Dr. Erwin Kartinawati, S.Sos, M.I. Kom.
Perancang Sampul:
Nur Muhamad Safi’i
Penata Letak:
Ida Farida
Editor:
Ida Farida
ISBN: 978-634-7542-44-1
Halaman : 68
Sinopsis : Buku “Algoritma, Postmodernisme, Kebenaran, Media Digital, dan Ilmu Komunikasi” oleh Prof. Dr. Andrik Purwasito dan Dr. Erwin Kartinawati membahas transformasi mendasar dalam komunikasi modern di era digital dengan fokus pada interaksi antara algoritma, media digital, dan konstruksi kebenaran. Buku ini menekankan bahwa komunikasi tidak lagi sekadar transfer pesan, melainkan arena kompleks untuk produksi, distribusi, dan perebutan makna yang dibentuk oleh teknologi, ekonomi perhatian, dan struktur kekuasaan simbolik.
Beberapa tema utama meliputi:
* Peran Algoritma: Algoritma platform digital seperti TikTok, YouTube, dan X bukan sekadar pipa distribusi informasi, melainkan kurator, gatekeeper, dan arsitek perhatian publik yang memengaruhi visibilitas konten, persepsi, dan opini publik.
* Krisis Kebenaran: Era algoritma menciptakan fragmentasi realitas (echo chamber), memperkuat bias emosional, dan menghasilkan ketimpangan epistemik struktural, di mana fakta objektif kalah oleh viralitas, popularitas, dan distribusi perhatian.
* Ekonomi Perhatian: Perhatian manusia menjadi komoditas utama. Konten yang emosional, sensasional, atau kontroversial diprioritaskan algoritma, membentuk pengalaman publik dan memicu polaritas sosial.
* Postmodernisme: Buku ini mengintegrasikan pemikiran postmodernisme untuk memahami relativitas kebenaran, fragmentasi audiens, konstruksi identitas digital, dan relasi kuasa dalam produksi makna. Postmodernisme berfungsi sebagai alat kritis untuk mengurai klaim objektivitas dan mengkaji struktur sosial di balik media digital.
* Implikasi Demokrasi: Penulis menyoroti tantangan demokrasi dalam era digital. Fragmentasi ruang publik, personalisasi informasi, dan dominasi algoritma mempersulit konsensus dan deliberasi rasional, meski memberi peluang bagi pluralitas suara dan partisipasi publik.
Secara keseluruhan, buku ini menekankan perlunya pemahaman kritis terhadap interaksi manusia, algoritma, dan media, serta urgensi Ilmu Komunikasi untuk menganalisis bagaimana kebenaran diproduksi, diperebutkan, dan dikendalikan dalam masyarakat digital. Buku ini tidak hanya menyoroti risiko disinformasi dan manipulasi, tetapi juga memberikan kerangka untuk refleksi kritis dan pengembangan literasi komunikasi di era algoritmik.

Ulasan
Belum ada ulasan.