PENGELOLAAN HUTAN ADAT TORO

Rp150.000

*Harga E-Book

Add to Wishlist
Add to Wishlist

Deskripsi

Penulis:
Dr. Ir. H. Hamzari Palaguna, M Sc.
Dr. Ir. Sudirman Dg. Massiri, M Sc.
Ir. Hamka, S Hut, M. P.
Ir. Misrah, S. Hut., M.Sc.

ISBN : 978-634-7194-24-4

Desain Cover:
Radin Surya

Tata Letak:
Ida Farida

Editor:
Ida Farida

Penerbit :
CV. Green Publisher Indonesia 

Hal : 217

Sinopsis :

Buku Pengelolaan Hutan Adat Toro merupakan dokumentasi mendalam tentang sistem pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal yang dijalankan oleh masyarakat adat Toro di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Pengelolaan hutan adat di wilayah ini tidak hanya merepresentasikan praktik pelestarian lingkungan, tetapi juga mencerminkan filosofi hidup dan tata nilai yang telah diwariskan secara turun-temurun. Bagi masyarakat Toro, hutan bukan hanya ruang ekologis, melainkan juga ruang spiritual dan sosial, tempat di mana hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan dijaga dengan keseimbangan yang sakral.

Melalui sistem zonasi adat Wana Ngkiki, Wana, Pangale, Pahwa Pongko, Oma, dan Balingkea masyarakat Toro membuktikan kemampuannya dalam mengatur wilayah hutan secara bijaksana. Setiap zona memiliki fungsi dan aturan yang jelas, baik dalam aspek perlindungan, konservasi, hingga pemanfaatan. Kearifan lokal ini diperkuat oleh kelembagaan adat yang kokoh dan mekanisme pengambilan keputusan kolektif yang partisipatif. Pengetahuan ekologis lokal menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga melalui lisan, ritus adat, serta praktik harian masyarakat.

Dalam konteks tantangan kontemporer, masyarakat Toro menghadapi berbagai ancaman: perambahan hutan, tekanan dari eksternalitas, dan belum optimalnya pengakuan hukum negara terhadap hak-hak adat. Meski demikian, komunitas Toro telah menunjukkan ketangguhan dalam menjaga wilayah adatnya melalui berbagai strategi adaptif. Pendekatan mereka mencakup penguatan kelembagaan adat, pendidikan lintas generasi tentang nilai-nilai leluhur, hingga kemitraan kritis dengan organisasi non-pemerintah dan institusi pemerintah.

Keberhasilan Toro dalam mempertahankan hutan dan sistem sosial-budayanya memberi pelajaran penting bahwa model pengelolaan berbasis komunitas adat memiliki nilai strategis dalam pembangunan berkelanjutan. Praktik yang dijalankan tidak hanya efektif secara ekologis, tetapi juga adil secara sosial dan bermakna secara budaya. Oleh karena itu, pengalaman masyarakat adat Toro layak dijadikan rujukan dalam merumuskan kebijakan nasional terkait pengelolaan sumber daya alam dan pengakuan terhadap wilayah adat.

Buku ini menegaskan bahwa menjaga hutan adat bukan semata upaya konservasi fisik, melainkan tindakan merawat peradaban dan melindungi hak-hak kolektif masyarakat adat. Masa depan keberlanjutan bergantung pada seberapa besar negara dan masyarakat luas mampu belajar dari kearifan lokal seperti yang ditunjukkan oleh masyarakat adat Toro. Dengan demikian, pengelolaan Hutan Adat Toro bukan hanya kisah lokal, tetapi bagian dari narasi besar menuju dunia yang lebih adil dan berkelanjutan.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “PENGELOLAAN HUTAN ADAT TORO”

Rekomendasi Untukmu

Lihat Semua