Deskripsi
MEMBACA TANDA
MEMAHAMI MAKNA
Semiotika dan Multimodalitas dalam Buku
Teks Bahasa Inggris
Penulis:
Fahri Haswani
Penyunting:
Komarudin
ISBN: 978-634-7542-38-0
Proses
Perancang Sampul:
Nur Muhammad Syafi’i
Editor:
Komarudin
Halaman : 80
Sinopsis :
Buku ini lahir dari sebuah pertanyaan yang tampak sederhana namun ternyata penuh kedalaman: apa yang sebenarnya terjadi ketika seorang siswa melihat gambar di dalam buku teks bahasa Inggris? Apakah ia sekadar “melihat,” ataukah ia sedang terlibat dalam proses pemaknaan yang jauh lebih kompleks yang melibatkan dimensi kultural, ideologis, dan pedagogis? Ditulis oleh dua puluh peneliti muda dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Medan, di bawah bimbingan akademik Fahri Haswani, buku ini menghadirkan kajian-kajian mendalam tentang tanda-tanda visual dalam buku teks bahasa Inggris yang digunakan di sekolah-sekolah Indonesia mulai dari seri Kurikulum 2013 hingga Kurikulum Merdeka. Buku teks yang dianalisis mencakup When English Rings a Bell, English in Focus, English for Change, English for Nusantara, BRIGHT, Bupena Merdeka, hingga buku teks Bahasa Indonesia Cerdas Cergas. Bahkan karya sastra klasik seperti The Little Prince turut dikaji sebagai sistem tanda yang kaya makna.
Kerangka teori yang digunakan bersandar pada tradisi yang mapan: semiotika Peirce dan Barthes, teori multimodalitas Kress dan van Leeuwen, serta linguistik sistemik fungsional Halliday.
Buku ini terbagi dalam empat bagian besar. Bagian Pertama (Analisis Multimodal) mengkaji bagaimana buku teks mengintegrasikan mode verbal dan visual untuk membangun makna. Bagian Kedua (Interaksi Multimodal) menyelami relasi teks-gambar, khususnya konsep anchorage dan relay dari Roland Barthes. Bagian Ketiga (Konstruksi Makna) mengkaji bagaimana tanda-tanda ikonik membantu siswa memahami konsep, identitas, dan nilai sosial. Bagian Keempat (Semiotika Visual, Fungsi, dan Representasi) memperluas perspektif pada peran fungsional visual dalam penyelesaian tugas dan representasi identitas. Di antara temuan-temuan penting yang dikemukakan: tidak ada elemen visual dalam buku teks yang benar-benar netral atau sekadar dekoratif; makna lahir dari interaksi antara teks dan gambar, bukan dari salah satunya saja; buku teks tidak hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga membentuk cara pandang siswa tentang diri mereka dan dunia; dan desain multimodal yang efektif adalah yang terencana dan bertujuan bukan sekadar soal banyaknya gambar. Buku ini ditujukan bagi dua komunitas utama: para peneliti yang tertarik pada semiotika terapan dan analisis wacana multimodal, serta para pendidik dan pengembang bahan ajar yang ingin merancang materi pembelajaran dengan kesadaran visual yang lebih dalam. Ia menegaskan bahwa literasi visual adalah kompetensi yang perlu secara eksplisit dikembangkan baik oleh guru, siswa, maupun penulis buku teks sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan bahasa yang bermakna dan transformatif.

Ulasan
Belum ada ulasan.